Rabu, 30 Januari 2013

Menu Diet Turunkan Berat Badan

Dr Oz  atau nama panjangnya Mehmet Cengiz Oz adalah dokter bedah jantung asal Amerika Serikat keturunan turki. Dia kerap tampil mengupas masalah kesehatan. Dalam buku Fun, Easy and Smart Diet, Dr Oz memberikan pilihan menu sehat untuk diet untuk menurunkan berat badan.

menu diet sehat

1. Sarapan

Bagi penyuka sereal, Anda bisa memasak gandum dengan 4 ons susu skim atau susu kedelai yang dilengkapi vitamin D dan kalsium serta buah-buahan favorit dalam porsi sekepalan tangan.
Atau Anda bisa sarapan dadar putih telur yang dibuat dari 3 putih telur dan sebutir telur utuh. Lengkapilah dengan aneka sayuran yang dipotong-potong. Bisa juga membuat orak-arik dari 2 butir telur. Atau rebus saja 2 butir telur dan makanlah dengan 2 potong sosis atau tahu.
Jika tak suka sereal dan telur, cobalah sarapan selembar roti gandum. Pangganglah roti itu dengan sesendok teh selai kacang atau selai apel.

2. Makan Siang

Cobalah salad cincang dari 6 butir kenari dan sayuran kesukaan Anda. Cincang semua dan campur dengan 4 ons daging ikan salmon atau dada ayam ditambah cuka balsamic dan minyak zaitun dengan perbandingan 2:1.
Atau Anda bisa makan siang dengan burger sayuran yang disantap dengan kue gandum panggang dan dilengkapi sesendok teh minyak zaitun bebas fruktosa. Lalu campurlah dengan saus rendaman daging, irisan tomat, daun selada, atau bayam dan bawang merah.

3. Kudapan

Untuk kudapan di pagi dan sore, Anda bisa memilih buah-buahan dan kacang-kacangan. Misal setengah ons kacang tanah mentah dicampur apel, pisang, plum, pir, jeruk, sepotong lemon, secangkir buah beri, 2 buah kiwi, separuh jeruk bali, atau buah-buahan lain.
Alternatif lain, setengah cangkir sereal gandum utuh dicampur setengah cangkir kacang almond dan seperempat buah beri, aprikot, dan kismis kering.
Bisa pula secangkir sayuran tumis dihangatkan dalam microwave, lalu dimakan bersama roti gandum. Atau kudaplah potongan sayur saja.
Yoghurt probiotik rendah lemak yang dicampur setengah cangkir buah persik atau jeruk mandarin tanpa pemanis juga bisa menjadi pilihan. Jangan lupa taburkan sedikit kismis agar lebih enak.

(sumber : detik health)

Senin, 28 Januari 2013

Mengapa Harus Diet ?

Mengapa harus diet ? berikut adalah alasan-alasan utama mengapa seseorang harus diet (mengurangi berat badan yang tidak ideal) :

diet sehat. Mengapa harus diet ?
A. Penampilan
Alasan utama mengapa orang harus diet adalah penampilan. Terutama wanita, maka tubuh yang langsing adalah yang sangat diharapkan oleh semua wanita. Karena hampir dalam pikiran setiap manusia, wanita cantik adalah wanita yang langsing. 

B. Kesehatan
Orang yang kegemukan atau kelebihan berat badan atau obesitas memiliki resiko yang besar untuk terkena sakit :

1. Ganguan Jantung dan Pembuluh Darah
Obesitas merupakan penyebab utama terjadinya penyakit jantung dan pembuluh darah (kardiovaskuler). Pasalnya, obesitas menyebabkan peningkatan beban kerja jantung, karena dengan bertambah besar tubuh seseorang maka jantung harus bekerja lebih keras memompakan darah ke seluruh jaringan tubuh. Bila kemampuan kerja jantung sudah terlampaui, terjadilah yang disebut gagal jantung. Tanda-tandanya, napas sesak dan timbulnya bengkak pada tungkai.
Pengidap obesitas juga sering mengalami tekanan darah tinggi (hipertensi) karena pembuluh darah menyempit akibat jepitan timbunan lemak. Kombinasi obesitas dan hipertensi ini tentu saja memperberat kerja jantung. Akibatnya, timbul penebalan pada dinding bilik jantung disertai kekurangan oksigen. Keadaan ini akan mempercepat timbulnya gagal jantung.

2. Gangguan Fungsi Paru-paru
Lagi-lagi timbunan lemak menjadi pemicu masalah. Pada pengidap obesitas, timbunan ini dapat menekan saluran pernapasan. Ini bisa menyebabkan terjadinya henti napas saat tidur (sleep apnea). Gangguan seperti ini lama-lama dapat menyebabkan gagal jantung juga dan berujung dengan kematian

3. Diabetes (penyakit gula) dan Peningkatan Kolesterol
Obesitas dapat menyebabkan terjadinya penyakit kencing manis (diabetes melitus). Ini disebabkan timbulnya gangguan fungsi insulin pada pengidapnya.
Insulin adalah hormon yang diproduksi oleh tubuh. Fungsinya antara lain memasukkan gula dari dalam darah ke dalam sel-sel tubuh untuk digunakan sebagai sumber energi. Akibat gangguan fungsi insulin, gula tidak dapat masuk ke dalam sel, sehingga tetap beredar dalam darah. Ini dapat diketahui dari kadar gula darah yang meningkat.
Gangguan fungsi insulin ternyata juga mengakibatkan gangguan metabolisme lemak (dislipidemia). Ini dapat dilihat dari terjadinya peningkatan kadar kolesterol total, kolesterol LDL (kolesterol jahat), trigliserida, namun disertai penurunan kolesterol HDL (kolesterol baik).
Peningkatan kadar kolesterol jahat disertai penurunan kadar kolesterol berujung terbentuknya kerak dalam pembuluh darah (arterosklerosis). Arterosklerosis akan memperkecil diameter pembuluh darah, sehingga menyebabkan penyakit jantung koroner dan serangan stroke.

4. Gangguan Persendian
Obesitas akan menyebabkan peningkatan beban pada persendian penyangga berat. Misalnya persendian lutut sehingga lama-lama dapat menimbulkan peradangan persendian (osteoartritis). Gejala-gejalanya antara lain, nyeri pada sendi, diikuti dengan pembengkakan. Sendi juga menjadi kaku tak bisa digerakkan. Yang terparah, penderita tidak sanggup berjalan lagi.

5. Gangguan Sisten Hormonal
Obesitas ternyata juga mempengaruhi sistem hormonal dalam tubuh. Pada anak gadis, obesitas menyebabkan haid pertama (menarkhe) datang lebih awal. Pada wanita dewasa, obesitas dapat menyebabkan gangguan keseimbangan hormonal (hiperandrogenisme, hirsutisme), dan gangguan siklus menstruasi.
Hiperandrogenisme berarti jumlah hormon androgen (lelaki) meningkat. Akibatnya terjadi hirsutisme (tanda maskulinisasi). Misalnya jerawatan, distribusi bulu-bulu di wajah dan badan, bahkan mungkin perubahan suara menjadi berat seperti suara lelaki.
Pada wanita, obesitas juga peningkatan risiko timbulnya batu empedu. Ini terjadi karena cairan empedu menjadi lebih kental.

6. Meningkatkan Resiko Penyakit Ganas
Hasil penelitian menunjukkan, pada wanita yang sudah mengalami menopause, obesitas meningkatkan risiko timbulnya kanker rahim (endometrium) dan kanker payudara. Sedangkan pada pria, kegemukan dapat meningkatkan risiko terserang kanker prostat dan kanker usus besar (kolorektal).

7. Gangguan Psikologis
Orang dengan obesitas juga sering kali mengalami gangguan psikologis berupa rasa rendah diri, keadaan depresi, bahkan bisa terkucil dari pergaulan sosial. Terlebih lagi bila lingkungan di sekitarnya tidak memberi dukungan, melainkan lebih banyak memperolok-olok kegemukannya.
(Sumber : Tabloid Nova)

Sabtu, 26 Januari 2013

Zat dan Makanan Penyebab Kanker (Karsinogen)

Karsinogen (Carcinogen) adalah penyebab kanker. Zat karsinogen tersebut tidak hanya berujud makanan tapi apa saja yang ada di sekitar kita, contohnya :

Zat Karsinogen
Terdapat Pada Industri
Arsenic Pertambangan, pertanian
Asbes(tos) Konstruksi
Benzena Perminyakan, Industri Karet
Chrom(ium) Industri logam, las logam
Debu kulit Industri kulit
Naphthylamine Industri kimia, Industri karet
Radon Pertambangan bawah tanah
Tar, Minyak Pelumas Batubara, Gas, Perminyakan
Vinyl Chloride Indiustri Karet
Debu kayu Furniture
Sumber : National Cancer Institute

Karsinogen - Carcinogen penyebab kanker

Sedangkan bahan  makanan yang termasuk dalam karsinogen adalah :
  • Bahan makanan yang terkontaminasi pestisida, hormon, antibiotik dll (sumber : http://www.preventcancer.com/consumers/food/food_bev.htm)
  • Bahan makanan yang mengandung : pewarna buatan, pengawet, pemanis buatan
  • Lemak jenuh (Hydrogenated Oil) terutama pada minyak goreng yang digunakan berulang kali untuk memasak
Jenis-jenis makanan mengandung zat karsinogen penyeban kanker di atas bisa kita temui pada :
  • Makanan yang dibuat dari daging yang diawetkan seperti hamburger, hotdog, sosis
  • Minumam kaleng
  • Minuman energi
  • Gorengan pinggir jalan

Jumat, 25 Januari 2013

Makanan Organic Mencegah Penyakit Kanker

Makanan organik dapat mencegah penyakit kanker karena makanan organic tidak mengandung residu bahan kimia berbahaya seperti pestisida, antibiotic, hormon dll. Hal ini dibahas pada pertemuan tahunan President's Cancer Panel di Amerika pada tahun 2008. Laporan dari pertemuan ini menyebutkan :

Makanan organic mencegah kanker

Laporan dari pertemuan ini :  Reducing Environmental Cancer Risk, What We Can Do Now, mendesak masyarakat untuk mengonsumsi makanan yang tumbuh tanpa pestisida kimia, pupuk, hormon, dan antibiotik, sambil menyarankan saran praktis seperti tidak memanaskan plastik di microwave dan tidak menggunakan botol air yang mungkin mengandung BPA, atau bisphenol A, dan bahan kimia yang termasuk dalam bahan karsinogen kanker yang dapat menyebabkan masalah reproduksi, dan penyakit jantung.

Laporan ini juga membahas pengaruh paparan kimia pada anak-anak yang belum lahir, yang “tercemar” dengan ratusan bahan kimia bahkan sebelum mereka meninggalkan rahim. Banyak ilmuwan mengatakan paparan bahan kimia berbahaya selama periode ini dapat menyebabkan anak mengalami gangguan hormon seumur hidup dan masalah kesehatan lainnya. Dalam sebuah surat kepada Presiden Obama, panel pertemuan menyatakan, "Rakyat Amerika-bahkan sebelum mereka dilahirkan-dibombardir terus menerus dengan kombinasi berbagai bahan berbahaya. Panel mendesak Presiden Obama untuk menghapus karsinogen dan racun lainnya dari makanan, air, dan udara yang akan meningkatkan biaya perawatan kesehatan, cacat, menurunkan produktivitas bangsa, dan menghancurkan kehidupan Amerika.”

Hasil riset yang diadakan oleh The Guardian, salah satu majalah internasional, dengan koresponden warga Inggris, mendapatkan :

Lebih dari 5% buah, sayuran dan makanan lainnya mengandung residu pestisida berbahaya yang sangat beresiko bagi kesehatan konsumen. Salah satu pestisida, Imazalil, melebihi batas aman pada 79% dari total sampel jeruk yang diteliti, menurut Pesticide Action Network.

Imazalil adalah "bahan yang cukup berbahaya" dan karsinogenik (zat pemicu kanker) pada manusia, menurut Organisasi Kesehatan Dunia - WHO.

Selain jeruk, sekitar 1,6% dari produk segar ditemukan mengandung pestisida di atas level aman yang disepakati secara internasional.

Hasil studi National Cancer Institute Amerika, yang berjudul : Agricultural Pesticide Use May Be Associated With Increased Risk of Prostate Cancer, menyebutkan bahwa pestisida dapat menyebabkan kanker prostat.

Kenyataan bahwa residu pestisida pada buah dan sayuran tidak bisa hilang begitu saja dengan cara dicuci, menambah semakin besarnya resiko makanan yang bukan organic.

Dari beberapa hasil penelitian dan studi di atas semakin memperbesar alasan untuk mengkonsumsi makanan organik untuk mencegah penyakit kanker.

Rabu, 23 Januari 2013

Mengapa Memilih Makanan Organik ?

Makanan organik diproduksi tanpa menggunakan bahan-bahan kimia berbahaya seperti pestisida (pada beras, sayuran, palawija dan buah-buahan), pemanis buatan dan pengawet pada makanan olahan dan minuman kaleng.

Secara logika mudah, makanan yang masuk ke dalam tubuh tanpa disertai dengan residu pestisida dan bahan kimia lainnya akan lebih menyehatkan tubuh. Ingat teori bahwa, di alam bebas, pestisida sangat sulit terurai. Apalagi jika masuk ke dalam tubuh dan mengendap selama bertahun tahun lamanya. Tentu saja hal ini akan berfek buruk pada kesehatan kita.

efek pestisida

Alasan lain mengapa memilih makanan organik adalah :

1. Makanan organik memiliki kandungan nutrisi yang jauh lebih tinggi. Karena buah dan sayuran organik  yang tumbuh lebih lama dari bahan makanan konvensional, akan menyebabkan kandungan airnya lebih rendah dan kandungan mineralnya lebih tinggi.

2. Sebuah survei baru-baru ini yang diterbitkan oleh Dr Charles Benbrook mengungkapkan bahwa, rata-rata makanan organik mengandung antioksidan sepertiga lebih tinggi dibanding makanan anorganic. Nutrisi-nabati ini memainkan peran penting dalam mencegah penyakit inflamasi, memperkuat auto-imun dan mengandung anti kangker (anti karsinogen) yang tinggi.

3. Bahan kimia akan lebih merusak sel dan fisik janin dalam kandungan, demikian juga bayi dan anak-anak. Sebab sel-sel tubuh dan bagian fisik mereka masih rentan dan dalam tahap perkembangan sehingga sangat sensitif terhadap pengaruh zat kimia yang masuk ke tubuh.

Jadi sudah saatnya kita mulai mengkonsumsi makanan organik agar tidak mengalami banyak penyakit, terutama di usia tua nanti

Apa itu Makanan Organik ?

Definisi makanan organik menurut Wikipedia :

Makanan organik adalah makanan yang diproduksi menggunakan metode yang tidak melibatkan masukan sintetis modern seperti pestisida sintetis dan pupuk kimia. Makanan organik juga tidak diproses menggunakan iradiasi, pelarut industri, atau bahan kimia tambahan makanan.

Sedangkan menurut American Cancer Society :

Istilah "organik" secara luas digunakan untuk menggambarkan makanan dari tanaman yang tumbuh tanpa menambahkan bahan kimia buatan, dan makanan dari hewan yang dibesarkan tanpa hormon atau antibiotik. Makanan nabati organik berasal dari metode pertanian yang tidak menggunakan pestisida konvensional atau kimia pembunuh gulma, pupuk kimia atau lumpur limbah sebagai pupuk, atau iradiasi makanan dalam pengolahan. Makanan yang dimodifikasi secara genetik tidak bisa disebut organik.

Definisi makanan organik

Contoh mudah dari makanan organik adalah ayam kampung (ayam negri) yang hidup di desa atau kampung yang bebas dari pencemaran dan makan dari makanan alami seperti bekatul dan cacing di kebun. Sedangkan ayam Broiler (ayam ras) yang diberi makan dan obat-obatan dengan campuran kimia adalah contoh makanan anorganik. Termasuk di dalamnya adalah beras organik yang di tanam di area pertanian/sawah tanpa pestisida dan pupuk kimia.